Rabu, 06 Oktober 2010

hanya 3 jenderal indonesia yang dianugerahi bintang 5

Jendral besar bintang 5 di Indonesia




Jenderal Besar adalah pangkat tertinggi yang dapat dicapai oleh seorang perwira TNI Angkatan Darat, pemberian pangkat ini hanya untuk perwira-perwira yang sangat berjasa. Selebihnya, pangkat jenderal penuhlah (4 bintang) yang biasanya dicapai oleh perwira-perwira tinggi. Pangkat ini ditandai dengan lima bintang emas di pundak. Pangkat ini sepadan dengan Laksamana Besar di TNI Angkatan Laut dan Marsekal Besar di TNI Angkatan Udara.Terdapat 3 orang yang berpangkat Jendral Besar di Indonesia hingga kini,yaitu:


1.Jendral Besar Soedirman

Quote:
Jenderal Besar TNI Anumerta Soedirman (Ejaan Soewandi: Sudirman) (lahir di Bodas Karangjati, Purbalingga, Jawa Tengah, 24 Januari 1916 – meninggal di Magelang, Jawa Tengah, 29 Januari 1950 pada umur 34 tahun) adalah seorang pahlawan nasional Indonesia yang berjuang pada masa Revolusi Nasional Indonesia. Dalam sejarah perjuangan Republik Indonesia, ia dicatat sebagai Panglima dan Jenderal RI yang pertama dan termuda. Saat usia Soedirman 31 tahun ia telah menjadi seorang jenderal. Meski menderita sakit tuberkulosis paru-paru yang parah, ia tetap bergerilya dalam perang pembelaan kemerdekaan RI. Pada tahun 1950 ia wafat karena penyakit tuberkulosis tersebut dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kusuma Negara di Semaki, Yogyakarta.



2.Jendral Besar Abdul Haris Nasution

Quote:
Jenderal Besar TNI Purn. Abdul Haris Nasution (lahir di Kotanopan, Sumatera Utara, 3 Desember 1918 – meninggal di Jakarta, 6 September 2000 pada umur 81 tahun) adalah seorang pahlawan nasional Indonesia yang merupakan salah satu tokoh yang menjadi sasaran dalam peristiwa Gerakan 30 September, namun yang menjadi korban adalah putrinya Ade Irma Suryani Nasution.



3.Jendral Besar Soeharto

Quote:
Jend. Besar TNI Purn. Haji Moehammad Soeharto, (ER, EYD: Suharto) (lahir di Kemusuk, Argomulyo, Yogyakarta, 8 Juni 1921 – meninggal di Jakarta, 27 Januari 2008 pada umur 86 tahun) adalah Presiden Indonesia yang kedua (1967-1998), menggantikan Soekarno.

Sebelum menjadi presiden, Soeharto adalah pemimpin militer pada masa pendudukan Jepang dan Belanda, dengan pangkat terakhir Mayor Jenderal. Setelah Gerakan 30 September, Soeharto menyatakan bahwa PKI adalah pihak yang bertanggung jawab dan memimpin operasi untuk menumpasnya. Operasi ini menewaskan lebih dari 500.000 jiwa.

12 komentar:

  1. jadi soekarno bukan yang berjasa kan kah..soekarno lah pendiri RI non GNB.ingat itu..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tapi soekarno lebih condong ke rusia, bisa baca lagi sejarahnya mas adam

      Hapus
    2. Judulnya apa ,, yg dibahas apa

      Hapus
    3. Kasih Aqua terus tenggelamkan !!!

      Hapus
    4. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
    5. Mas, presiden di Indonesia itu Commander-in-chief atau Panglima. Meaning presiden yang memegang dan mengendalikan seluruh gerakan di Indonesia. Sementara Jendral, Laksamana, dan Marsekal cuma memegang tingkat mereka, yaitu TNI AD, AL, dan AU, secara urut. Presiden = Panglima, memegang semua. Terkecuali beliau memberi tanggung jawab kepada seseorang untuk menjadi Panglima sementara... Gitu deh... Kalo salah mohon ralat ^_^

      Hapus
  2. Tolong anda liat judul artikelnya...ini pembahasan tentang jendral bintang 5...jadi sebelum anda memberikan komentar...tolong simak kembali judul artikelnya....

    BalasHapus
  3. Tolong anda liat judul artikelnya...ini pembahasan tentang jendral bintang 5...jadi sebelum anda memberikan komentar...tolong simak kembali judul artikelnya....

    BalasHapus
  4. Semoga bisa kaya jenderal abdul haris nasution
    Amin...

    BalasHapus